Senin, 20 April 2026

Naskah Khutbah Jum'at: "Muhasabah di Penghujung Dzulhijjah"


Khutbah Pertama:

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الأرض والسماءِ، فَلاَ ابْتِدَاءَ لِوُجُوْدِهِ وَلاَ انْتِهَاءَ، يَسْتَوِيْ بِعِلْمِهِ السِّرُّ وَالْخَفَاءُ، القَائِلِ : وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْكَبِيْرُ المُتَعَالِ، المُنَزَّهُ عَنِ الشَّبِيْهِ وَالْمِثَالِ، الَّذِيْ يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ كُلُّ شَيْءٍ فِي الْغُدُوِّ وَالآصَالِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ حَذَّرَنَا مِنْ دَارِ الفُتُوْنِ، المُنَزَّلُ عَلَيْهِ : إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُوْنَ. اللَّهُمَّ فصَلِّ وسلّم عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتَمِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

Hadirin sidang Jum’ah yang dirahmati Allah,

Waktu demikian cepat berlalu, hari berganti hari, bulan demi bulan pun terus berputar tiada henti. Hingga tanpa terasa, kini kita sudah berada di minggu terakhir bulan Dzulhijjah, bulan yang menjadi penghujung tahun hijriyah. Seiring perputaran waktu itu, marilah kita terus meningkatkan rasa syukur dan taqwa kita kepada Allah Jalla Jalaluhu. Karena tak pernah satu detik pun waktu yang kita lalui, kecuali di situ ada karunia Ilahi. Dan tiada pernah masa berganti, kecuali nikmat Allah senantiasa menyertai.

Hadirin jama’ah Jum’at yang berbahagia,

Di sepanjang tahun 1446 H yang segera akan kita tinggalkan ini, tentunya telah banyak peristiwa yang kita lalui. Ada rasa suka dan duka, ada kebahagiaan ada pula kesedihan. Mungkin di antara kita ada yang di tahun ini ditinggalkan oleh orang-orang yang dikasihi. Sebaliknya, mungkin juga ada di antara kita yang pada tahun ini diliputi rasa kebahagiaan karena cita-cita dan harapannya tercapai. Demikianlah dinamika kehidupan. Semua kesedihan dan kebahagiaan itu pada hakikatnya sama-sama merupakan ujian, agar kita tetap menjadi hamba-Nya yang senantiasa bersabar dan tidak pernah lupa untuk bersyukur.

Hadirin sidang Jum’ah yang dirahmati Allah,

Di penghujung bulan Dzulhijjah ini kita juga perlu mengevaluasi seberapa besar dan tulus amal dan ibadah yang telah kita jalani. Agar setiap saat, amal dan ibadah itu selalu meningkat. Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin, dan tahun depan harus diupayakan lebih baik dari tahun ini. Di dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman:

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk kebaikan hari esok (akhirat), dan (sekali lagi) bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kalian kerjakan.” (QS Al-Hasyr: 18)

Hadirin yang dirahmati Allah,

Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan, bahwa maksud “memperhatikan apa yang telah diperbuat” pada ayat di atas adalah “ihtisab” yakni menilai atau memperbaiki diri di dunia sebelum tiba saatnya kita akan dihisab kelak di akhirat. Dengan upaya ini kita bisa mengetahui apa saja yang telah kita siapkan di dunia untuk bekal menghadap kepada Allah SWT di akhirat kelak. Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash RA, dalam kitab Zawaid Musnad al-Harits karya al-Haitsami, mengatakan:   

اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً

“Bekerjalah untuk urusan duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya. Dan ber-amal-lah untuk urusan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok.”

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Imam As-Shawi dalam Hasyiyah (catatanya) atas kitab Tafsir Jalalain menjelaskan, bahwa seluruh amal yang telah kita perbuat di dunia ini akan ditampakkan balasannya kelak di akhirat. Karenanya, Allah SWT memerintahkan kita untuk bertakwa, dengan pengulangan perintah taqwa sebanyak dua kali dalam ayat di atas. Menurut Imam Al-Qurthubi, perintah takwa yang pertama adalah agar kita bertaubat atas dosa-dosa masa lalu, sedangkan perintah takwa yang kedua adalah agar kita tidak mengulangi dosa-dosa di masa yang akan datang. Hal ini sejalan dengan pesan Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah:

 الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْأَحْمَقُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى الله الْأَمَانِيَّ

Artinya: “Orang yang bijak adalah orang yang rela mengorbankan hawa nafsunya di dunia demi mempersiapkan diri menghadapi kehidupannya setelah mati, dan orang yang bodoh adalah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya selama di dunia seraya berandai-andai akan datangnya pertolongan Allah di hari nanti.”

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Oleh karena itu, marilah di minggu terakhir tahun 1446 H ini kita sama-sama bermuhasabah atas apa yang telah kita lakukan di sepanjang tahun ini, sekaligus berusaha memperbaiki diri di tahun baru nanti. Teriring do’a dan harapan, semoga kita semua bisa meraih derajat ketakwaan yang lebih tinggi serta mendapatkan anugerah yang hakiki di sisi Allah SWT. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

 اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً﴾. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الأَئِمَّةِ المَهْدِيِّيْنَ: أَبِيْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ، وَعُمَرَ الفَارُوْقِ، وَعُثْمَانَ ذِيْ النُوْرَيْنِ، وَأَبِي الحَسَنَيْنِ عَلِي، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ, إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وانصر المسلمين في فلسطين وسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ ,وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا إِنْدُوْنِيْسِيَا خَآصَّةً وَعَنْ سَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ, وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكم, وَلَذِكرُ اللهِ أَكْبَرُ, وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar