Senin, 20 April 2026

Naskah Khutbah Jum'at: "Akhlak Terhadap Lingkungan"

 

Khutbah Pertama:

اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا نِعَمًا، وَأَظْهَرَ فِي الْكَوْنِ آيَاتٍ تُذَكِّرُنَا حِكَمًا، وَبَسَطَ لَنَا فِي الْأَرْضِ خَيْرًا نَجْنِيهِ فَهْمًا، وَنَبَّهَنَا إِلَى مَا نُحْدِثُهُ فِيهَا رَشَدًا وَاهْتِمَامًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِقْرَارًا وَوَعْيًا وَالْتِزَامًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي هَدَانَا نُورًا وَرَحْمَةً وَسَلَامًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ تَعَالَى ، وَقَدْ قَالَ:وَاتَّقُوا اللّٰهَ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan berupaya menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan tidak hanya terbatas pada ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, zakat dan haji saja, tetapi juga mencakup bagaimana kita memperlakukan alam sekitar sebagai bagian dari tanggungjawab kita sebagai khalifatullah di muka bumi.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا وَٱدۡعُوهُ خَوۡفا وَطَمَعًاۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيب منَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ  

Artinya: "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah ia diciptakan dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-A'raf: 56).

Ayat ini mengingatkan kita bahwa bumi adalah amanah dari Allah SWT. Kita diperintahkan untuk menjaga dan merawatnya, bukan merusaknya. Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini, seperti pencemaran udara, penebangan hutan secara liar, dan limbah sampah yang menumpuk, adalah akibat dari ulah manusia yang lalai terhadap amanah ini.

Rasulullah SAW juga mengajarkan kita untuk peduli terhadap lingkungan. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا، فَلْيَفْعَلْ

Artinya: "Seandainya hari kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang di antara kalian memegang bibit kurma, maka jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, maka tanamlah bibit itu" (HR. Ahmad).

Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya menanam dan merawat lingkungan, bahkan dalam situasi yang paling genting sekalipun.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Isu lingkungan adalah isu global yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Perubahan iklim, pemanasan global, dan bencana alam yang semakin sering terjadi adalah tanda-tanda bahwa bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan.

Jika kita menengok keadaan alam saat ini, khususnya di Indonesia, maka kita akan melihat begitu banyak perubahan yang mengkhawatirkan. Sungai yang dulu jernih kini keruh dan tercemar oleh limbah serta sampah. Udara yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru dipenuhi asap dan polusi. Hutan yang dahulu rimbun, tempat berbagai makhluk hidup dengan ekosistemnya, kini banyak yang hilang akibat pembabatan penggundulan hutan tanpa reboisasi.   

Semua kerusakan itu, terjadi karena ulah kita sebagai umat manusia yang enggan merawat alam. Yakni, ketika kita lebih mementingkan keuntungan sesaat daripada kelestarian, ketika keserakahan mengalahkan kepedulian, dan ketika hawa nafsu lebih kuat daripada tanggung jawab.  Allah SWT  telah mengingatkan kita dengan sangat jelas nan tegas bahwa kerusakan yang terjadi di daratan maupun di lautan bukanlah sesuatu yang hadir begitu saja, tetapi akibat ulah kita sebagai manusia, agar kita sadar, kembali, dan memperbaiki diri. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ  

Artinya: “Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”  

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Imam al-Baidhawi dalam kitabnya Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil (jilid 4, hlm. 208) menjelaskan, bahwa makna fasad pada QS. Ar-Rum ayat 41 di atas adalah berbagai bencana alam yang tampak di daratan dan di lautan. Sebagaimana beliau tulis dalam kitabnya:  

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ كَالْجَدْبِ وَالْمَوْتَانِ وَكَثْرَةِ الْحَرْقِ وَالْغَرَقِ وَإِخْفَاقِ الْغَاصَّةِ وَمَحْقِ الْبَرَكَاتِ وَكَثْرَةِ الْمَضَارِّ، أَوِ الضَّلَالَةِ وَالظُّلْمِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ بِشُؤْمِ مَعَاصِيْهِمْ أَوْ بِكَسْبِهِمْ إِيَّاهُ  

Artinya: “(Kerusakan di darat dan di laut) itu tampak dalam bentuk kekeringan, kematian, banyaknya kebakaran dan tenggelam (akibat banjir atau tsunami), gagalnya usaha, hilangnya keberkahan, meningkatnya mudarat (bahaya), atau berupa kesesatan dan kezaliman.… (semua itu) disebabkan oleh apa yang diperbuat oleh tangan manusia, yakni karena buruknya dampak maksiat mereka atau karena perbuatan mereka sendiri.”  

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Fenomena alam yang kita saksikan hari ini, menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang nyata. Banjir datang lebih sering, suhu udara sekitar pemukiman menjadi tidak stabil dan cenderung panas, hutan terus menyusut, dan polusi ada di mana-mana. Semua ini bukan terjadi tanpa sebab, melainkan akibat dari ulah kita sebagai manusia yang tamak dan mengabaikan keseimbangan serta melampaui batas di muka bumi. Bencana yang terjadi seakan mengajak kita untuk merenung, melihat kembali cara kita memperlakukan bumi, dan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat. Allah menegaskan dalam QS. Asy-Syura ayat 30:

وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ  

Artinya: “Musibah apapun yang menimpa kalian adalah karena perbuatan tangan kalian sendiri dan (Allah) telah memaafkan banyak (kesalahan kalian).”

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Mengenai QS. Asy-Syura ayat 30 ini, Imam Az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir (jilid 25, hlm. 72) menegaskan, musibah atau bencana yang menimpa manusia tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi memiliki keterkaitan dengan perbuatan manusia. Ia menjelaskan bahwa berbagai bencana dan keadaan yang tidak menyenangkan, seperti sakit, kekeringan, tenggelam, petir, gempa, dan semisalnya, sering kali muncul sebagai konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan kepada alam.  

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Kita memahami bahwa kerusakan alam dan bencana yang terjadi bukan sekadar peristiwa natural atau hanya takdir Allah SWT semata, tetapi sangat terkait dengan perilaku kita yang mengabaikan kelestarian lingkungan. Ketika keseimbangan alam dirusak, maka dampaknya akan kembali kepada manusia, sebagai pengingat agar kita memperbaiki sikap dan menghentikan kebiasaan yang merugikan lingkungan. Rasulullah SAW mengingatkan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bersumber dari Abu Sa’id al-Khudri:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللّٰهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ  

Artinya: “Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau. Dan sungguh, Allah menjadikan kalian sebagai pengelola (khalifah) di dalamnya untuk melihat bagaimana kalian beramal. Maka berhati-hatilah terhadap godaan dunia, dan berhati-hatilah terhadap godaan perempuan, karena fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah pada urusan perempuan.” (HR. Muslim)  

Untuk itu, marilah kita jaga dan rawat alam ini dengan penuh kesadaran sebagai bagian dari ketakwaan kita kepada Allah SWT. Mari kita mulai dengan langkah-langkah kecil seperti mengurangi sampah, menjaga kebersihan lingkungan, menanam pohon, serta menghindari perbuatan yang merusak alam. Semoga Allah menjadikan kita menjadi hamba-Nya yang amanah dalam memelihara bumi dan menjauhkan kita dari musibah. Aamiin ya rabbal alamin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua:

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. (أَمَّابَعْدُ) فَيَا أَيُّهاَ الحاضرون: اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ, وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. واعلموا أنَّ الله أمَركم بأمرٍ بدأ فيه بنفسه وثـنّى بملآئكته بقدسه, وقال تعالى إنَّ الله وملآئكته يصلّون على النبى يآأيها الذين آمنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما. اللهمّ صلّ على سيدنا محمد وعلى أنبيآئك ورسلك وملآئكتك المقرّبين, وارضَ اللهمّ عن الخلفاء الراشدين أبي بكر وعمر وعثمان وعليّ وعن بقيّة الصحابة والتابعين وتابعي التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين, وارض عنّا معهم برحمتك ياأرحم الراحمين. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ. رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عبادَ الله! إنَّ الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتآء ذي القربى وينهى عن الفحشآء والمنكر والبغي يعظكم لعلّكم تذكّرون, واذكروا الله العظيم يَذْكُرْكُمْ واشكروه على نِعَمِهِ يَزِدْكم واسئلوه من فضله يُعْطِكم, وَلَذِكرُ اللهِ أكبر.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar